Perkembangan ICT Di China: Unterschied zwischen den Versionen

Aus Bielepedia
Wechseln zu: Navigation, Suche
(Die Seite wurde neu angelegt: „Tantangan ekonomi yang terus meningkat di tengah perang tarif dengan Amerika Serikat menarik pertumbuhan output industri China melambat ke laju terlemah sejak…“)
(kein Unterschied)

Version vom 2. August 2020, 17:35 Uhr

Tantangan ekonomi yang terus meningkat di tengah perang tarif dengan Amerika Serikat menarik pertumbuhan output industri China melambat ke laju terlemah sejak 2002. Indonesia sendiri kini berada dalam urutan kelima dalam pemasok biji kakao ke negara China dengan nilai USD 25,12 juta (9,63 %) pada tahun 2009. Lalu dimulai dari tahun 2016, semenjak dunia masa kini sangat diramaikan dengan penggunaan internet, muncul lah sebuah revolusi industri yang baru yakni revolusi industri keempat. Penurunan 30% tahun ini lebih mengindikasikan kondisi investasi di China dan kekhawatiran mendalam yang dimiliki banyak orang terhadap ekonomi daripada penurunan dari ketinggian gelembung tahun 2015.
Kemudian, melihat dari faktor ekonomi, kemajuan industri Tiongkok juga didorong oleh dukungan berupa insentif terhadap pendirian industri baru dan pengawasan ketat oleh perbankan negaranya, seperti halnya pembangunan China Banking Regulatory Commission (CBRC) untuk mengatur pergerakan arus modal negaranya. Cuma itu pengingat negara China masih menganut komunisme.

Seperti yang dijelaskan di atas, sistem ekonomi China rupanya telah 'berevolusi' dari sistem ekonomi sosialis - menjadi sistem ekonomi campuran. Sementara di Taiwan, kaum muda dan mahasiswa di negara pulau ini melakukan protes karena terjadinya stagnasi ekonomi, maupun ketidakpuasan atas pakta perdagangan dengan daratan China. Jumlah UKM mencakup 99 % sgb seluruh industri di Indonesia dan menyerap sekitar 56 % dari jumlah total seluruh pekerja Indonesia (Rochman, 2003).

Menurut saya Taiwan tidak diakui kedaulatannya oleh China dikarenakan Chiang Kai-Shek yang saat itu perekonomian China hancur karena para kaum borjuis selalu mendominasi dan mengkorupsi semua kekayaan rakayat, dengan begitu seluruh rakyat China setuju dengan keputusan yang diambil oleh Mao Zedong yaitu Ideologi dari Karl Marx atau komunis dan pada saat melakukan long march tersebut Mao Zedong didukung oleh Moscow , tetapi saat itu komunis merupakan keputusan yang paling baik dengan menyamaratakan taraf hidup seseorang sehingga tidak ada pengkelas-kelasan social yang menyengsarakan rakyat kususnya para petani.
TVEs, awalnya merupakan pertumbuhan pasar negara yang diiklankan oleh pemerintah China. Meski memiliki Presiden, China juga memiliki sistem legislasi berupa parlemen yakni National People Congress (NPC) yang merupakan lembaga tertinggi dari pemerintahan, bertugas menciptakan amandemen kostitusi, hukum, mengawasi, dan merencanakan pengembangan sosial dan ekonomi.
Kebijakan pertama yang dilakukan Mao untuk menangani kemiskinan di China adalah Kebijakan Lompatan Besar Kedepan”. Menurutnya, China sangat konsisten untuk mengembangkan status dirinya dari sisi ekonomi maupun teknologi. Satu tahun sebelem peristiwa penting ini, pemerintah China mengadakan sebuah pertemuan : State Economic Informationization Joint Meeting untuk memimpin pembangunan sebuah jaringan nasional informasi ekonomi publik.
Berkaitan dengan otomatisasi yang membuat beberapa pekerjaan tidak akan dilakukan oleh manusia, tentu saja robot tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia dalam industri manufaktur. Namun China dapat dengan cepat bangkit mengejar keterpurukan ekonomi hingga GDP China mengalami peningkatan lebih dari delapan persen per tahunnya. Pemerintah memiliki kewenangan fiskal, dan otoritas pengawas industri jasa keuangan melalui kewenangan mikroprudential.

Di sisi lain, pemerintah dinilai belum punya visi yang jelas mengenai konsep negara industri. Jika revolusi industri amerika di abad 20 yang lalu dipicu oleh inovasi yang tiada henti dari silicon valley, maka negara-negara asia berlomba untuk membangun silicon valley mereka sendiri dengan karakteristik dan lokalitas yang mereka miliki. Kekayaan alam Indonesia yang sangat luar biasa ini jelas sangat menggoda negara-negara industri yang sedang maju saat ini seperti China untuk menguasainya, langsung ataupun tidak langsung.
Sebaliknya industri otomotif, industri, makanan dan minuman, industri advanced technologi dari Amerika juga akan mencari tempat untuk bisa diekspor ke China. Secara resmi, ekspor batu bara Indonesia ke China adalah sekitar 60 juta ton per tahun. Perubahan dramatis ini disertai harapan tinggi, harapan bahwa ketidakstabilan ekonomi dan perang saudara yang menyebabkan runtuhnya Dinasti Qing akan berakhir dengan menjadi Republik Tiongkok (Republic of China).
Mereka juga dapat mengakses rabat atas bunga untuk pinjaman bank China, serta dukungan diplomatik dalam bekerja dengan pemerintah. Sebaliknya, dunia usaha China yang ingin berinvestasi di Indonesia juga memerlukan jaminan dari pemerintah RI untuk menghadapi risiko perubahan kebijakan pemerintah daerah. 50 Rizal Sukma, Indonesia and China: The Politics of a Troubled Relationship Indonesia dan Tiongkok: Politik Hubungan yang Bermasalah (London: Routledge, 1999).